Studi: Bermain Video Game Meningkatkan Perasaan Bahagia

Posted on

Studi: Bermain Video Game Meningkatkan Perasaan Bahagia – Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, menemukan bahwa bermain game dalam durasi waktu yang lama ternyata mampu memberikan pengaruh positif terhadap perasaan sejahtera atau bahagia (wellbeing) seseorang. Dipimpin oleh Profesor Andrew Przybylski, studi tersebut dilakukan dengan dua judul game dalam kategori semua umur, yakni Animal.

Studi: Bermain Video Game Meningkatkan Perasaan Bahagia

Ilustrasi orang yang sedang bermain game

Crossing: New Horizons dan Plant vs Zombies Battle for Neighborville. Studi ini mengandalkan data survey yang melibatkan 3.724 peserta dari kalangan gamer berumur di atas 18 tahun. Ribuan peserta diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan mengenai pengalaman mereka saat bermain game. Data tersebut kemudian dikaitkan dengan data durasi bermain game yang dimiliki setiap peserta.

Para peneliti mendapatkan data yang dibutuhkan (secara anonim) langsung dari pihak Nintendo dan Electronic Arts. Nintendo menyediakan data durasi waktu bermain game Animal Crossing: New Horizons, sementara Electronic Arts menyerahkan data kinerja pemain Plant vs Zombies Battle for Neighborville. Adapun data kinerja yang dimaksud meliputi data pencapaian (achievement) yang telah diraih serta emoji yang digunakan peserta untuk mengekspresikan diri di dalam game.

Cenderung lebih bahagia Hasilnya, Przybylski menyimpulkan bahwa peserta yang bermain game Animal Crossing selama minimal empat jam setiap harinya, cenderung merasa lebih bahagia dibanding para peserta lainnya. “Namun itu tidak berarti (dengan bermain) Animal Crossing saja bisa serta-merta membuat bahagia,” kata Przybylski sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BBC. Przybylski turut membandingkan studi yang dilakukan oleh timnya dengan penelitian-penelitian terdahulu.

Walhasil, studi tersebut bertentangan dengan sebuah riset yang telah dilakukan selama 40 tahun terakhir. Dalam studi terdahulu, dikatakan bahwa semakin lama seseorang bermain game maka tingkat kebahagiaan orang tersebut justru semakin berkurang. Namun dalam studi terkini, Przybylski menjelaskan bahwa terdapat faktor-faktor baru di dalam game yang mampu meningkatkan kebahagiaan para pemain. Adapun faktor tersebut adalah hadirnya sebuah fitur sosial.

Yang memungkinkan pemain untuk bersosialiasi dengan pemain lainnya secara langsung di dalam game. Sebaliknya, pemain yang memutuskan untuk bermain game demi menghindari pahitnya realita, disebutkan cenderung kurang nyaman menjalaninya. “Saya tidak berpikir orang akan sanggup menghabiskan banyak waktu di dalam game, bahkan dengan adanya fitur sosial, kecuali mereka senang memainkannya,” lanjut Przybylski. Ke depannya, Przybylski berharap agar para developer game lain dapat bermurah hati untuk berbagi data serupa, untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *