Mengenali 7 Faedah Tehnologi Blockchain Untuk Indonesia

Posted on

Blockvestico, Tehnologi blockchain belakangan ini banyak jadi perbincangan di golongan tehnologi, investor/spekulator, ekonom, sebab mempunyai kekuatan yang tidak dipunyai oleh tehnologi yang lain.

The Blockchain Will Do to the Financial Sistem What the Internet Did to Media – Joi Ito (MIT Media Lab, Investors)

Banyak negara juga serius memperhitungkan tehnologi blockchain, contohnya Australia serta India yang sudah membuat roadmap tehnologi blockchainnya, USA yang diawalnya Maret 2020 membuat hearing faedah blockchain untuk UKM.

Blockchain sekarang ini dapat jadi jadi tehnologi yang sangat hype

Semasa 10 tahun paling akhir, tehnologi ini sudah tumbuh cepat sekali, dikatalisasi oleh naiknya harga cryptocurrency serta kapitalisasi pasarnya. Mulai sejak itu aplikasi blockchain terus ditingkatkan, industri baru serta peraturan baru mulai ada, keperluan engineer terus tumbuh di penjuru dunia.

Kita telah lihat digitalisasi info (digitalization of information) di gelombang pertama internet dalam 10-20 tahun paling akhir, lalu dari saat ini sampai 5-10 tahun ke depan dengan tehnologi blockchain kita akan lihat digitalization of value, yang disebutkan “internet of value”.

Di Indonesia, sampai sekarang ini cuma ada 1 perusahaan tehnologi yang berbentuk platform blockchain, yang bermakna mempunyai tehnologi blockchainnya sendiri, yakni Vexanium.com yang sangat mungkin programmer serta digital pengusaha membuat Decentralized Application (Dapp) di atas platformnya.

Tehnologi database blockchain mempunyai beberapa karakter, diantaranya, data yang di-copy ke banyak tempat (disebutkan miner/penambang) serta memakai ide kriptografi, data yang cuma dapat ditambah lagi – tidak dapat diedit/dihapus, memakai consensus mechanism, settlement yang instan.

Apa sich beberapa hal menarik dari karakter blockchain dan faedah blockchain ? yuk kita baca seperti berikut :

1. Tehnologi blockchain dapat membuat barang digital jadi unik

Semenjak zaman internet ada, beberapa periset tehnologi telah cari langkah bagaimana dapat membuat uang seperti file MP3 yang dapat dipindah ke penjuru dunia tanpa ada batas, tanpa ada proses settlement di belakangnya. Sedang uang pasti tidak sama dengan file MP3, sebab uang bila dipindahkan dari sang Adi ke Budi, karena itu uang di titik awal harus dihapus/dipindahkan di titik arah. Ini tidak sangat mungkin sebelum ada blockchain, disebutkan dengan pecahkan permasalahan “double spending” sebab tiap ada transaksi akan minta verifikasi ke nodes/penambang yang terjebak jadi miner/penambang dalam jaringan blockchain itu.

2. Data yang aman

Karakter database yang tidak dapat dihapus serta diedit, membuat pas dipakai di bidang industri dimana beberapa pemain/perusahaan yang sama-sama berkompetisi terjebak tetapi di waktu bertepatan harus bekerjasama. Contohnya industri suplai chain, trade finance yang umumnya berkaitan export import barang di dermaga.

Contohnya di bidang suplai chain, Anda ingin beli mebel serta ingin pastikan mebel Anda tidak berkaitan dengan child labour, sesuai dengan ketetapan tenaga kerja, atau, Anda ingin pastikan obat yang Anda membeli ialah obat asli serta dapat di trek dengan aplikasi. Bila memakai tipe database biasa yang mempunyai akses database CRUD (Create, Read, Update, Delete) umumnya susah sebab di bidang industri itu menyertakan banyak kebutuhan dalam proses peralihan barang itu yang terkadang berlawanan.

3. Blockchain dapat hilangkan middleman

Tehnologi blockchain sangat mungkin berlangsungnya transaksi dengan cara langsung (peer to peer) antara konsumen dengan vendor/producer/penyuplai layanan yang sekarang ini dikendalikan oleh middleman yang umumnya ialah platform tehnologi, dimana platform ini ialah “rahasia” agar yang kaya jadi lebih kaya serta jadi pemicu berlangsungnya ketimpangan penghasilan (baca : https://platformed.informasi/how-digital-platforms-increase-inequality/)

“Blockchain will replace network with pasar” – Naval Ravikant (Tech Investor)

4. Tehnologi blockchain dapat mengupgrade “share economy”

Share economy sekarang ini biasanya benar-benar batasi vendor/penyuplai layanan didalamnya dimana beberapa konsumen

untuk memakai layanan vendor diwajibkan memakai aplikasi dari sang pemilik platform

agar pemilk platform dapat kenakan fee. Jika di blockchain, dimana aplikasinya disebutkan Decentralized App (Dapp)

– alias aplikasi tanpa ada middleman, sebab transaksi berbentuk peer to peer, karena itu tidak ada fee yang sering tinggi sekali pada middleman.

Developer dari aplikasi blockchain meskipun memakai platform tehnologi dari pemilik platform blockchain seperti Vexanium, tapi dalam eksekusinya atau penggunaan aplikasinya dapat membuat web sendiri,

membuat aplikasi sendiri, dapat digunakan tak perlu bayar fee ke platform blockchain, dapat juga lakukan fundraising d

ari investor dengan cara mandiri tanpa ada menyertakan pemilik platform (Vexanium).

Dalam angle atau pemikiran yang sedikit tidak sama, kekuatan blockchain untuk mengupgrade share economy juga bisa disebutkan kekuatan blockchain untuk meredefinisi kapitalisme. Ini bukanlah hal yang kecil lho. Yuk kapan2 kita ulas di artikel yang lain.

5. Data di tangan pemakai/konsumen

Dengan tehnologi blockchain, pemilikan data ada di konsumen, tidak dikendalikan oleh platform tehnologi besar.

Sekarang ini UKM online benar-benar bergantung pada platform tehnologi multinasional raksasa

dalam jalankan bisnisnya (baca : beriklan di platform) sebab karakter protocol internet HTTP yang tidak dapat simpan data, hingga data disimpan

oleh pihak ke-3 (platform) yang dapat dimonetize tanpa ada izin Anda. Tetapi dengan blockchain, pemilikan data ada di pemakai (Anda), Anda ingin menjualnya

atau mungkin tidak, terserah Anda, data klinis Anda, ingin beri akses ke rumah sakit yang mana, terserah Anda pun.

 

 

6. Blockchain dapat membuat bangsa Indonesia lebih makmur

Dalam buku “The prosperity paradox”, Dr.Clayton Christensen membagi pengembangan jadi 3 tipe : efficiency innovation, sustaining innovation serta market-creating innovation.

Efficiency innovation sedikit membuahkan lapangan kerja sebab karakternya kurangi ongkos, sedang sustaining innovation sedikit menolong tingkatkan ekonomi sebab masih mentarget existing konsumen,

Tipe pengembangan yang sangat berefek buat bangsa ialah tipe market-creating innovation.

 

 

Pengembangan blockchain ialah pengembangan tipe market-creating, dapat buka pasar baru

sebab membuat pemakai dapat lakukan apakah yang awalnya tidak dapat dilaksanakan, contohnya dengan dana benar-benar kecil (dapat di bawah 100 ribu)

dapat berperan serta dalam investasi startup “the next big things” seperti Gojek (tidak harus menanti IPO dimana sahamnya dipasarkan dengan valuasi mahal),

atau berperan serta dalam investasi properti tak perlu mempunyai dana beberapa ratus juta. Ingat jika blockchain ialah tehnologi pendataan dimana pemilikan saham serta properti ialah berkaitan pemilikan. Dengan tehnologi blockchain

yang sangat mungkin perusahaan buka pasar baru, karena itu perusahaan itu harus membuat infrastruktur untuk layani pasar itu

buka lapangan kerja lebih luas untuk warga.

Want to foster prosperity ? Konsentrasi on market-creating innovation – Dr.Clayton Christensen
Blockchain sangat mungkin timbulnya decentralized Finance yang mempunyai potensi “memerdekakan” dunia finansial (kita ulas di artikel lain yah!).

7. Blockchain dapat merevolusi sistem pendataan

Sebelum masa 2000an kita benar-benar tidak memikirkan memakai handphone serta internet kita dapat melakukan komunikasi dengan rekan sekolah SD kita dahulu dengan media sosial atau chat app.

Tehnologi blockchain akan mentransformasi sistem recordkeeping (database) seperti internet mentransformasi langkah kita melakukan komunikasi.

Contohnya di dokumen blockchain roadmap India, disebut kekuatan blockchain

untuk lakukan “governmental disintermediation” yang bermakna instansi negara yang sejauh ini berperan untuk “tukang stempel”

serta mengatur data-data (contohnya akta kelahiran, akta tanah) tapi tidak memberikan tambahan value apa saja, dapat beralih manfaatnya jadi lebih efektif sebab implikasi blockchain.

Berkaitan sistem pendataan, sedikit share saja mengenai efek dari “pendataan” ini,

Anda yang pernah belajar sistem akuntansi, kemungkinan pernah dengar arti “single entry accounting” yang mempunyai banyak kekurangan.

Pada tahun 1500 ada matematikawan namanya Luca Bartolomes Pacioli,bersama partnernya Leonardo Da Vinci,

mempublikasikan buku berjudul “Summa de arithmetica, geometria, proportioni et proportionalita”

yang mengenalkan double entry accounting.

Tahukah Anda efek dari double entry accounting ?

Jawabannya, perusahaan dapat dibikin, alias lahirnya kapitalisme.

Dengan single entry entry accounting, “perusahaan” tidak dapat dibikin. Mungkin double entry accounting ialah “most influential work in the history of capitalism”.

Bagaimana dengan blockchain ? Dapatkah 5,10,15 tahun lagi kita dapat lihat perusahaan tipe baru yang, mungkin meredefinisi usaha ? mendisrupsi banyak bagian ? Mengapa tidak ?

Sumber : Rhein Mahatma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *